5 Hal yang Harus Diperhatikan Agar Transaksi Crypto Tidak Gagal

Transaksi cryptomu gagal atau justru ketahan di dalam bursa? Perhatikan lima hal ini agar kamu bisa mengetahui dan menghindari kejadian gagal kirim aset crypto di exchange.

Baca juga: Daftar Platform Trading Bitcoin Legal di Indonesia

Pastikan Sudah Verifikasi dan Deposit

Kedua hal ini sangat penting dilakukan sebelum melakukan pengiriman aset crypto, karena tanpa kedua hal tersebut kamu tidak bisa melakukan pengiriman aset crypto. Biasanya exchange juga akan menutup pilihan untuk melakukan jual beli ketika kamu belum melakukan verifikasi dan deposit.

Tapi jika verifikasi gagal apa yang harus dilakukan?

Setiap exchange akan memberikan informasi mengapa verifikasimu ditolak, biasanya karena foto yang diunggah kurang jelas, kamu melakukan swafoto menggunakan kaca mata atau ukuran dokumen yang diunggah tidak sesuai standar dana ketentuan exchange.

Kemudian kalau deposit gagal apa yang harus dilakukan?

Deposit gagal bisa disebabkan oleh dua hal pada umumnya, yakni kamu memang salah dalam memasukan alamat transfer yang mana hal ini tidak akan membuat saldomu sampai. Karena itu perlu diperhatikan dengan teliti apakah alamat rekening transfer sudah benar dan sesuai dengan alamat exchange jika kamu menggunakan metode bank transfer.

Jika menggunakan deposit crypto pastikan addres wallet benar. Kedua, aset kamu tertahan di exchange hal ini karena kamu mengirim saldo deposit menggunakan pihak ketiga, misalnya minta di transferkan oleh teman.

Deposit di exchange crypto seringkali harus menggunakan nama akun rekening bank yang sama dengan nama akun yang kamu daftarkan di exchange. Jadi untuk mencairkan depositmu ada syarat tambahan yang harus dilakukan, syarat ini tergantung dengan kebijakan bursa crypto yang kamu gunakan. Untuk mengetahui dan memrosesnya kamu bisa menghubungi layanan konsumen bursa secara langsung.

Waktu Pengiriman

Banyak kasus yang mengirim crypto dari wallet atau exchange satu ke exchange lainnya berhasil tapi saldo tidak langsung bertambah.

Apakah ini gagal? Jawabannya belum tentu, perlu diingat meskipun cepat tapi transaksi dalam blockchain butuh waktu untuk settlement atau diselesaikan. Waktu wajar dalam pengiriman adalah 30 menit untuk BTC, 5-10 menit untuk aset lainnya.

Jika melebihi waktu tersebut, maka saatnya menghubungi layanan konsumen exchange yang kamu gunakan dan sediakan bukti transaksi ID sehingga bisa diperiksa di dalam blockchain explorer.

Pastikan Address Pengiriman Benar

Ini adalah hal yang sangat krusial dalam pengirman crypto, pastikan alamat pengiriman sesuai dengan yang tertera di exchange. Karena jika ini salah maka tidak ada cara untuk mengembalikan asetmu. 

Baca juga: Apa itu Bitcoin Wallet Address ? Panduan Lengkap untuk Pemula

Terkadang ada beberapa exchange yang mewajibkan menyertakan MEMO dalam pengiriman. Jika ini tidak dimasukan sama sekali tetapi alamat address benar masih bisa tertolong dengan menguhubungi tim layanan konsumen dengan menyertakan transaction ID yang bisa diperiksa di blokchain explorer.

Tapi jika memasukan memo yang salah ini tidak bisa kembalikan. Oleh karena itu wallet address dan memo harus benar agar transaksi bisa lancar tanpa gangguan.

Kirim Crypto Sesuai Walletnya

Dalam pengiriman crypto, wallet harus diperhatikan apakah crypto itu berada dalam satu platform yang memiliki address yang sama atau tidak. Misalnya IDRT, USDT, dan ETH berada di platform yakni ERC20.

Baca juga: 11 Bitcoin Wallet yang Aman dan Gratis

Maka dalam melakukan pengiriman pastikan kamu menggunakan ERC20 dan bukan yang lain.  Penempatan platform ini biasanya disesuaikan dengan kebijakan exchange ada yang menaruhnya di ERC20 atau ada juga yang menggunakan platform yang dibuat sendiri seperti Binance yang memiliki BEP2.

Bisakah menerima aset crypto dengan addres crypto yang berbeda?

Tidak bisa, kamu hanya bisa mengirimkan aset ke address yang sesuai dengan namanya. Misalnya kamu harus kirimkan Tether USDT ke alamat Tether USDT juga. Jangan kirimkan USDT itu ke alamat Ethereum (ETH) karena jika ini dilakukan akan menyebabakan penerimaan aset gagal.

Baca juga: Staking, Cara Mudah Dapat Passive Income dari Aset Crypto

Hubungi Layanan Konsumen

Jika semua hal itu sudah dilakukan tetapi pengiriman asetmu masih terhambat, maka segeralah hubungi layanan konsumen sesuai bursa yang kamu gunakan. Layanahn konsumen ini biasanya tersedia dalam waktu 24/7. Kamu bisa menghubunginya via live chat, email atau metode lain yang disediakan.


Itu dia lima hal yang harus kamu perhatikan agar pengiriman cryptomu berhasil. Dalam melakukan proses pengiriman dibutuhkan ketelitian agar tidak ada yang salah atau terlewat dalam prosesnya. Karena sekali salah hampir tidak mungkin asetmu bisa kembali. Oleh karena itu teliti dan hati-hati dalam melakukan proses transaksi adalah hal wajib dalam dunia crypto.