Afrika Selatan Rencanakan Aturan Untuk Membatasi Penggunaan Kripto

South African Reserve Bank (SARB), yang merupakan bank
sentral di Afrika Selatan berencana menerapkan peraturan baru untuk mencegah pengguna
mata uang digital yang menghindari kontrol mata uang.

Pada 2 Desember, wakil gurbernur South African Reserve Bank Kuben Naido mengatakan jika bank sentral sendang merencanakan pembatasan baru tentang berapa banyak mata uang lokal yang dapat dikirim ke luar perbatasan, termasuk penggunaan aset kripto.

Menurut Nadio, aturan ini akan diberilakukan pada kuartal pertama 2020, setelah melalui proses selama lima tahun lamanya. Saat ini penduduk Afrika Selatan dibatasi dalam jumlah pengiriman mata uang fiat.

Baca juga : 4 Alasan Dibalik Kepopuleran Bitcoin di Afrika Selatan

Dengan jumlah batasan total sebanyak 11 juta Rand ($750.600). Pengiriman dengan lebih dari 1 juta rand memerlukan aplikasi khusus dari South African Revenue Service.

Karena aturan ini banyak orang di Afrika Selatan telah menggunakan cryptocurrency sebagai solusi praktis untuk menghindari pembatasan mata uang fiat.

Naido dan SARB berharap peraturan ini bisa mencegah penghindaran kontrol mata uang. Bank-bank lokal di Afrika Selatan lainnya seperti FNB juga mulai menekan perusahaan kripto.

Menurut laporan bisnis oleh IOL, FNB menutup semua akun perbankan bisnis bagi perusahaan yang berurusan dengan cryprocurrency pekan lalu.

“ FNB menanggap ini sebagai tindakan bijaksana setelah dilakukan tinjauan komperhensif terhadap potensu risiko yang saat ini terkait dengan entitas-entitas ini, meningat belum ada kerangka peraturan yang secara tepat mengaturnya, “ ujar FNB dalam sebuah pernyataan.

Popularitas Kripto di Afrika Selatan

AltcoinTrader, sebagai salah satu bursa pertukaran cryptocurrency terbesar di Afrika Selatan mengatakan kecewa dengan sikap lembaga keuangan yang membatasi penggunaan aset kripto.  

Hal ini wajar mengingat cryptocurrency kini cukup populer di Afrika Selatan, ada 10,7% penduduk negara yang memiliki aset kripto.

Pembayaran lintas batas merupakan salah satu faktor yang
berkontribusi terhadap popularitas kripto di negara itu, pengiriman uang sering
dikirim ke negara-negara yang dikenal sebagai Southern African Development
Community.

Per bulan Agustus, pertukaran menggunakan aset kripto di Afrika Selatan menurut Luno telah mencapai rata-rata harian lebih dari 80 juta rand Afrika Selatan senilai $5,4 juta.

Luno melihat ini sebagai lonjakan pelanggan yang siginfikan, di mana tiga juta wallet telah digunakan diantara 40 negara yang termasuk ke dalam platform Luno.

Jika peraturan ini dijalankan bukan tidak mungkin penggunaan aset krpto di Afrika Selatan akan menurun, dan berpengaruh terhadap bursa pertukaran kripto yang ada di sana.

Sumber

The post Afrika Selatan Rencanakan Aturan Untuk Membatasi Penggunaan Kripto appeared first on Coinvestasi.