Analis Prediksi Pertumbuhan DeFi Dapat Dorong Harga Chainlink (LINK) Terus Naik

Timoty Peterson, seorang analis dalam bidang investasi, mengatakan token Chainlink (LINK) nilainya dapat terus naik bahkan menembus harga $32 pada akhir tahun 2020 ini. Hal ini didasari fakta selama dua minggu terakhir ini nilai LINK menguat hingga 88%.

Pertumbuhan eksplosif pada pasar Keuangan Terdesentralisasi atau DeFi ini dianggap sebagai salah satu faktor utama yang mendorong permintaan oracle, seperti Chainlink and Band Protocol (BAND). Hal ini terlihat sejak Juni lalu pada data DeFi Pulse, total nilai yang terkunci di dalam Protokol DeFi ini melonjak hingga empat kali lipat.

Baca juga: Luar Biasa! DeFi Tumbuh Sangat Cepat dan Dapatkan Ribuan Pengguna Baru

Potensi Harga Chainlink untuk Naik

Dalam jangka panjang, Peterson berpendapat pertumbuhan jaringan Chainlink dan data historisnya, LINK akan menghadapi rally yang lebih signifikan lagi. Namun, ini juga beriringan dengan potensi bahwa harga hanya dapat bertengger di $32 saja.

Peterson berkata,

“Saya melakukan beberapa analisis cepat terkait dengan tingkat pertumbuhan jaringan Chainlink, dan sejarah deviasi harga menempatkan (potensi) LINK di harga $32 pada akhir tahun ini, tetapi harga tersebut tidak akan berkelanjutan. Investor yang membeli pada level tinggi berisiko kehilangan 50% dari investasi mereka atau lebih. Sebagian besar pertumbuhan ini sudah diperkirakan.”

DeFi Berkembang Pesat

Pasar DeFi berkembang dengan pesat dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini membuat sebagian besar token terkait DeFi mengalami rally. Meskipun demikian, ada kesenjangan penilaian yang signifikan antara jaringan utama dan jaringan yang terbilang masih kecil.

Misalnya saja, Chainlink saat ini bernilai hingga $4,475 miliar. Sebaliknya, Band Protocol, proyek oracle terbesar kedua di pasar, memiliki valuasi hanya sebesar $257 juta.

Baca juga: Protokol DeFi Compound (COMP) Rilis Harga Terdesentralisasi Oracle 

Investor modal ventura, seperti salah satu pendiri Spartan Black, Kelvin Koh, juga telah membahas terkait dengan kesenjangan penilaian ini. Koh mengatakan, dengan berjalannya waktu, platform-platform pesaing seperti Band Protocol ini dapat mulai mengejar ketertinggalannya. 

Di lain sisi, jika nilai LINK berada di atas $30, kapitalisasi pasar jaringan akan lebih dari $10 miliar. Namun, fundamental dari Chainlink, aktivitas pengguna, dan metrik lainnya yang mendukung hal ini belum dapat dipastikan. 

Sentiment Pasar Tetap Positif

Menurut data pasar dari Santiment, Chainlink dan Band Protocol memperlihatkan tingkat aktivitas sosial tertinggi dalam beberapa hari terakhir. Para peneliti berkata,

“BAND dan LINK unggul pada platform Emerging Trends kami selama beberapa hari terakhir. Ini diukur dari persentase kenaikan tertinggi dalam diskusi sosial terkait dengan aset kripto dan seputar hal tersebut.”

Minat yang meningkat terhadap Chainlink ini dan proyek oracle lainnya juga terlihat di Google Trends. Namun, dibandingkan dengan mata uang crypto terbesar seperti Bitcoin, minat mainstreamnya berkurang.

Michael van de Poppe, full time trader di Bursa Efek Amsterdam, melihat adanya potensi LINK untuk terus naik dalam jangka pendek. Van de Poppe berpendapat,

“Level bertaha, telihat baik. Tembus harga $13-13,25, dan menurut saya kita akan menguji nilai tertinggi lagi.”

Dalam jangka pendek, sebagian besar mata uang crypto utama akan menghadapi risiko turunnya harga penurunan emas dan perak yang tiba-tiba.

Terkait hal ini, harga BTC sempat turun lebih dari 4% dalam 18 jam karena momentumnya juga ikut menurun, dan saat ini banyak altcoin juga ikut turun disebabkan hal tersebut.

Informasi ini dapat dibaca kembali di sini