Analisis ini Menunjukkan Bitcoin telah Lewati Titik Terendah

Dilansir dari CoinDesk, mata uang kripto terkemuka, Bitcoin, saat ini diperdagangkan di atas $7.700, setelah mencapai posisi terendah delapan bulan di bawah $6.500 pada pertengahan Desember 2019. Sementara terjadi pantulan menguat, mata uang digital ini tetap terjebak dalam jalur melemah enam bulanan (bearish six-month-long). Dengan demikian, bias teknis masih bearish.

Penyesuaian kesulitan penambangan (mining difficulty adjustments) bitcoin — ukuran seberapa sulit penambang menemukan blok pada blockchain — menunjukkan pasar bear, yang dimulai pada nilai tertinggi di atas $13.800 pada Juni 2019, hingga mencapai titik terendah mendekati $6.500 pada bulan Desember 2019.

Menurut sumber data dari data.bitcoinity.org, tingkat kesulitan menambang bitcoin turun dari 13,7 triliun pada November menjadi 13 triliun pada Desember 2019. Itu menjadi penyesuaian kesulitan ke bawah pertama dalam 12 bulan.

Menurut analis Nunya Bizniz, secara historis, penyesuaian kesulitan bulanan negatif telah menandai titik terendah harga utama. Misal, aksi jual yang terjadi dari saat rekor tertinggi $20.000, yang terlihat pada bulan Desember 2017, menjadi kehabisan tenaga mendekati $3.100 pada bulan Desember 2018, karena terjadi penyesuaian kesulitan ke bawah bulanan berturut-turut pada akhir 2018.

Beberapa tahun sebelumnya, tingkat kesulitan turun dari 0,0494 triliun (49,4 giga) pada April 2015 menjadi 0,0488 triliun (48,8 giga) pada Mei 2015. Akibatnya, terjadi penurunan harga bitcoin dari nilai tinggi Desember 2013 $1,153 menjadi berada di bawah $200 terjadi pada April-Mei 2015. Mata uang kripto ini diperdagangkan secara sideways selama beberapa bulan sebelum memulai pendakian pada Oktober 2015. Perilaku aneh dapat dijelaskan oleh penurunan kesulitan bulanan yang disebabkan oleh kapitulasi penambang.

Kesulitan penambangan (mining difficulty) disesuaikan lebih tinggi atau lebih rendah setiap dua minggu sesuai dengan jumlah daya komputasi (hash rate) yang didedikasikan untuk penambangan. Hal itu tergantung pada profitabilitas penambangan, yang sangat dipengaruhi oleh harga.

Dengan demikian, penurunan kesulitan penambangan bulanan pada dasarnya adalah hasil dari penurunan tingkat hash yang disebabkan oleh penambang kecil dan marjinal yang menutup operasi selama aksi jual pasar berkelanjutan, dan berkurangnya profitabilitas penambangan.

Terlebih lagi, saat menutup operasi tersebut, penambang sering menjual koin mereka dengan harga pasar untuk menutup kerugian penambangan, yang menekankan aksi jual. Hanya ketika pasokan dari para penambang ini diserap, tekanan penjualan melemah, dan mata uang kripto menemukan titik terendah.

Sementara itu, penambang yang tersisa cenderung untuk memegang koin mereka dan kemudian menjualnya untuk mendapatkan keuntungan ketika harga naik. Ini semakin mengurangi pasokan dalam jangka pendek dan mendorong harga mata uang kripto lebih tinggi.

Penurunan 17,48 persen Bitcoin pada bulan November 2019 disebabkan oleh kapitulasi penambang, menurut analis pasar Willy Woo. Argumen itu mungkin pantas karena bitcoin turun dari $13.800 menjadi $7.500 dalam tiga bulan hingga September. Penurunan harga seperti itu mungkin telah melukai penambang yang lemah, sehingga memaksa kapitulasi. Menariknya, tekanan jual juga surut dalam empat minggu terakhir.

Penyesuaian kesulitan ke bawah terbaru terjadi lima bulan sebelum pemotongan reward penambang menjadi setengahnya (halving). Oleh karena itu, penambang besar dapat membuat kekurangan pasokan dalam jangka pendek, sehingga mengangkat harga lebih tinggi.

Secara keseluruhan ada alasan kuat untuk percaya bahwa bitcoin mencapai titik terendah pada bulan Desember 2019, dengan penyesuaian tingkat kesulitan penambangan ke bawah, dan bisa mendapatkan kembali ketenangan selama beberapa bulan mendatang.

Meski begitu, investor perlu jaga kehati-hatian, seperti yang dicatat oleh Gabor Gurbacs, ahli strategi aset digital dan Direktur VanEck/MVIS. Ada faktor-faktor tambahan yang dapat mempengaruhi harga secara signifikan, antara lain siklus pajak, penindakan oleh regulator, kasus keamanan siber, dan derivatif yang jatuh tempo.

Sumber: CoinDesk

The post Analisis ini Menunjukkan Bitcoin telah Lewati Titik Terendah appeared first on CoinDaily.