Negara Ini Memperkenalkan Blockchain Sebagai Jenis Pekerjaan Baru yang Sah

Adanya pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini membuat berbagai perusahaan di berbagai sektor industri harus pintar-pintar dalam memutar otak agar bisa bertahan dari kejamnya virus mematikan ini. Bukan hanya menyebabkan krisis kesehatan saja, melainkan juga berimbas terhadap krisis ekonomi. Di mana, imbas Covid-19 membuat banyak kegiatan ekonomi yang harus terhenti. Sehingga, perekonomian di dunia juga turut menurun.

Namun di tengah-tengah kejamnya Covid-19 yang telah membuat banyak perusahaan harus gulung tikar dan membuat ribuan pekerja di luar sana mengalami PHK dan dirumahkan. Negara tirai bambu, Tiongkok, mengambil langkah untuk terus meningkatkan investasi di negaranya melalui pengembangan blockchain dan secara resmi memperkenalkan ke masyarakat Tiongkok, bahwa saat ini profesi blockchain telah resmi menjadi sebuah jenis pekerjaan baru di Tiongkok.

Hal ini diumumkan secara resmi oleh Kementerian Sumber Daya Manusia dan Jaminan Sosial Tiongkok (MOHRSS), sebagai kementerian yang memang bertanggung jawab atas kebijakan dan peraturan tenaga kerja nasional di Tiongkok, pernyataan ini diutarakan oleh MOHRSS pada 11 Mei 2020.

MOHRSS mengungkapkan bahwa jenis pekerjaan yang berhubungan dengan blockchain seperti developer, teknisi, dan analis, termasuk ke dalam 10 jenis pekerjaan baru yang diperkenalkan di Tiongkok. Selain itu, ada juga jenis pekerjaan baru lainnya seperti operator pencetakkan 3D, serta pemeriksa asam nukleat.

Ruang lingkup kegiatan blockchain mencakup beberapa kegiatan; desain arsitektur blockchain, sistem aplikasi dan juga pengujian, serta operasi dan perawatan. Tentu saja, hal ini patut disyukuri oleh masyarakat di sana sebagai lapangan kerja baru di Tiongkok. Disaat masyarakat Tiongkok  banyak yang mengalami kesulitan untuk mencari pekerjaan baru pasca PHK besar-besaran di Tiongkok.

Tiongkok memang benar-benar serius dan berambisi untuk menjadi pemimpin blockchain dunia sebagai negara pengadopsi blockchain terbesar. Hal ini dibuktikan dengan adanya 2 proyek blockchain besar yang dikembangkan oleh pemerintah Tiongkok, yaitu penerbitan digital Yuan dan Network Service (jaringan blockchain nasional).

Untuk proyek digital Yuan telah mulai dilakukan uji coba di sejumlah kota di Tiongkok misalnya Xiongan, Shenzhen, Chengdu, dan Suzhou, yang memang merupakan pusat industri di Tiongkok. Apalagi, Kota Shenzhen yang mendapatkan julukan sebagai ibu kota teknologi Tiongkok.

Apakah menurut kamu langkah yang diambil pemerintah Tiongkok tersebut terlalu berani disaat pandemi Covid-19 seperti saat ini untuk tetap membangun jaringan blockchain secara nasional? Hal ini juga tidak terlepas dari fakta bahwa kasus Covid-19 di Tiongkok, sudah mulai beranggsur-anggsur menurun. Sehingga, beberapa kegiatan ekonomi di sana mulai berjalan normal seperti sediakala.

Sumber

The post Negara Ini Memperkenalkan Blockchain Sebagai Jenis Pekerjaan Baru yang Sah appeared first on Coinvestasi.