Outlook Lengkap Mingguan Forex: 25 – 29 Maret 2019

BursaTrading.com – Minggu ini investor dapat dengar komentar dari beberapa pembicara Federal Reserve lantaran mereka senantiasa mengharap pergantian dalam percakapan perdagangan AS-China dan Brexit dapat masih juga dalam sorotan setelah beberapa pemimpin Uni Eropa berikan tenggat waktu dua minggu buat perpanjangan Inggris.

Ketua Fed Chicago Charles Evans, Presiden Fed Boston Eric Rosengren dan Presiden Fed City Kansas Esther George adalah beberapa pejabat Fed diagendakan buat bicara minggu ini.

The Fed mengawasi suku bunga ditahan awal bulan ini dan memberikannya isyarat kalau tidak akan ada kenaikan suku bunga setelah itu tahun ini – setelah perlihatkan pada bulan Desember kalau dua bisa terjadi.

Delegasi perdagangan AS, di memimpin oleh Perwakilan Dagang Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin dapat melakukan perjalanan ke Beijing minggu ini buat bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He buat percakapan setelah itu yang miliki maksud menyudahi konflik perdagangan pada dua ekonomi terbesar dunia.

Batas waktu hari Jumat buat Inggris buat keluar dari Uni Eropa telah didorong mundur dua minggu hingga 12 April buat memberikannya Perdana Menteri Inggris Theresa May kian banyaknya waktu buat mengajak anggota parlemen buat terima kesepakatan penarikan yang dinegosiasikannya. Jika anggota parlemen menolak buat menyetujui kesepakatan buat ke-3 kalinya beberapa pilihan, juga termasuk Brexit no-deal.

Dolar melemah tajam pada safe-haven yen Jepang dalam hari Jumat lantaran data manufaktur AS yang lemah membuat ketakutan tentang ekonomi yang lebih luas, dan imbal hasil obligasi Treasury menyaratkan meningkatnya ketakutan dapat krisis.

Penyebaran pada tagihan Treasury 3 bulan dan imbal hasil 10 tahun terbalik buat pertama kalinya sejak 2007 setelah data A.S. tak penuhi perkiraan. Pembalikan kurva hasil ini dengan luas ditonton jadi isyarat utama krisis.

“Anda musti memandang serius kalau itu adalah isyarat buat perlambat perubahan atau kemampuan krisis dalam 12 hingga 18 bulan ke depan. Selanjutnya yang disaksikan oleh The Fed, ”kata Sean Simko, kepala manajemen pendapatan tetap global di SEI Investments Co di Oaks, Pennsylvania.

USD/JPY turun 0,81% pada 109,92 diakhir perdagangan, buat kerugian mingguan 1,4%.

Tetapi greenback naik pada euro, dengan EUR/USD kehilangan 0,63% diperjual-belikan pada 1,1305 setelah data zona euro yang lemah tingkatkan ketakutan kalau ekonomi blok itu masihlah melambat.

“PMI cepat bulan Maret tingkatkan bukti kalau perubahan PDB ditundukkan di tiga negara maju terbesar di Q1, dengan Jerman senantiasa mengambil beban dari perlambatan manufaktur global,” Simon MacAdam, ekonom global jadi Capital Economics, menulis pada sebuah catatan.

“Ini membantu memperkuat inspirasi kalau kita lihat perlambatan yang lebih bermakna dan lebih luas ketimbang yang diantisipasi pasar sekian waktu terus,” kata Karl Schamotta, direktur kiat valuta asing dan produk tersusun di Cambridge Global Payments.

“Apa yang kita lihat adalah seperti pengakuan kalau Fed bereaksi pada dampak yang lebih dalam di ekonomi global,” paparnya.

Pound rebound pada dolar dalam hari Jumat, dengan GBP/USD naik 0,77% jadi 1,3208 setelah beberapa pemimpin Uni Eropa berikan perpanjangan tenggat waktu Brexit pada Theresa May.

Sterling jatuh dalam hari Kamis dalam penurunan satu hari terbesar di 2019 lantaran ketakutan makin bertambah kalau Inggris dapat keluar dari Uni Eropa pada 29 Maret tdk ada kesepakatan

Mendekati minggu yang akan datang, Investing.com telah bikin perincian moment terutama yang kesempatan mempengaruhi pasar.

Senin, 25 Maret

The Ifo Institute dapat menerbitkan laporan tentang iklim usaha Jerman.

Presiden Fed Chicago Charles Evans, Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker dan Presiden Federal Reserve Bank of Boston Eric Rosengren siap buat berikan sambutan.

Selasa, 26 Maret

AS dapat melaunching data izin bangunan, perumahan, dan kepercayaan konsumen.

Presiden Fed Chicago Charles Evans, Presiden Fed Philadelphia Patrick Harker dapat bicara kembali, seperti dalam Federal Reserve Bank di San Francisco Mary Daly.

Rabu, 27 Maret

Reserve Bank of New Zealand dapat memberitahukan suku bunga acuannya dan menerbitkan pernyataan suku bunga, yang menguraikan kondisi ekonomi dan faktor-faktor yang mempengaruhi ketentuan kebijakan moneter.

Presiden Bank Utama Eropa Mario Draghi dapat bicara pada suatu acara ECB di Frankfurt.

Kanada dapat melaunching data pada neraca perdagangan.

Presiden Bank of Kansas City Esther George berikan komentar pada suatu acara yang dipandu oleh Money Marketeers dari New York University.

Kamis, 28 Maret

Selandia Baru dapat melaunching data tentang kepercayaan usaha.

AS dapat mempublikasikan revisi akhir buat perubahan kuartal keempat serta data tentang klaim pengangguran awal dan penjualan rumah yang terlambat.

Wakil Ketua Fed Richard Clarida, Gubernur Fed Randal Quarles, Gubernur Fed Michelle Bowman dan Presiden Fed St. Louis James Bullard semua dapat bicara.

Jumat, 29 Maret

Kanada dapat menghasilkan data tentang PDB dan inflasi harga bahan baku.

AS dapat menyudahi minggu ini dengan laporan pengeluaran pribadi, indeks harga PCE inti, kesibukan usaha di tempat Chicago dan penjualan rumah baru.
Gubernur Fed Randal Quarles dapat bicara.

Outlook Lengkap Mingguan Forex: 25 – 29 Maret 2019 — Reuters & Investing.com bertindak buat laporan ini