Pengadilan AS Ajukan Gugatan Pada Exchange BitMEX

Pengadilan Distrik US untuk Distrik Utara Calfornia pada hari Sabtu 16 Mei 2020 lalu mengajukan gugatan terhadap entitas dan individu yang terkait dengan pertukaran crypto Seychelles. Entitas tersebut termasuk juga dengan perusahaan induknya, HDR Global Trading Limited, dan para pendirinya Arthur Hayes, Ben Delo, dan Samuel Reed.

Hayes dan Reed masing-masing menjabat sebagai kepala eksekutif dan kepala teknis di  BitMEX.

Gugatan pada BitMEX

Penggugat adalah BMA LLC yang menuduh BitMEX dan operatornya memfasilitasi “segudang aktivitas ilegal”, termasuk transaksi bisnis curang, penipuan terikat, pencucian uang, penggalangan dana ilegal, manipulasi pasar, dan lainnya.

Gugatan tersebut juga mengajukan tuduhan pada BitMEX yang menurutnya secara ilegal menawarkan layanan perdagangan berisiko tinggi kepada warga AS. Gugatan tersebut berbunyi exchange tersebut melaporkan hampir 15 persen volume perdagangannya dari wilayah AS pada 2019. Perdagangan senilai sekitar $ 138 Miliar itu dilakukan BitMEX tanpa adanya lisensi pengiriman uang dari AS.

“Oleh karena itu, menurut data dari Tergugat sendiri, dari bisnis pengiriman uang tanpa izin ini Terdakwa secara sadar memproses, rata-rata $ 3 Miliar dari pengiriman uang ilegal dan tidak berlisensi setiap hari,” bunyi gugatan tersebut, 

Perdagangan Overleveraged, Perdagangan yang Dilakukan Orang Dalam

Lebih lanjut, Gugatan BMA masuk ke dalam fasilitas perdagangan dengan leverage tinggi yang ditawarkan BitMEX. BitMEX memungkinkan para trader menempatkan posisi hingga 100 kali lipat dari modal awal mereka. Penggugat menulis bahwa pertukaran tersebut menggunakan “harga indeks BXBT untuk derivatif yang sangat likuid” yang mengambil harga dari “dua atau tiga bursa spot tidak likuid.”

Sistem “kecurangan” ini memungkinkan manipulator dan pencuci uang menembus pendeteksian. Mereka bisa membuka “akun perdagangan bebas pemeriksaan” tanpa batas tanpa batas penarikan dan setoran. Akses tidak terbatas tersebut memungkinkan sistem BitMEX menyebabkan “overloads“, di mana sistem tersebut menerima beberapa pesanan dan menolak yang lain selama pergerakan pasar yang lebih luas.

Baca juga: Penipuan dan Penyalahgunaan Merajalela di Exchange BitMEX

“(Hal ini) menyebabkan likuidasi terbanyak menjadikan BitMEX alat “perancang” yang sangat bagus bagi pelaku yang tidak bertanggungjawab untuk memanipulasi pasar mata uang kripto,” dugaan BMA.

Tuduhan tersebut juga ditunjuk sebagai pengingat kepada momen ketika masuknya BitMEX ke pasar perdagangan pada bulan April 2018 lalu. Tuduhan tersebut juga mencatat, semua terdakwa yang terlibat sepakat bahwa exchange tersebut mengoperasikan meja perdagangan nirlaba mereka melalui karyawannya, Nick Andrianov. Counter juga melacak posisi perdagangan pelanggan yang ada, penempatan stop-loss, harga likuidasi, dan pesanan terbuka.

Strategi ini memberikan BitMEX keuntungan perdagangan yang tidak adil terhadap pedagang retail kecil, yang seringkali mengarah pada kerugian besar.

BitMEX telah kehilangan setengah dari pangsa pasarnya dalam enam bulan terakhir. Penarikan crypto besar-besaran terjadi setelah “masalah teknis” di bursa itu menjatuhkan harga bitcoin lebih dari 50 persen dalam semalam.

Exchange tersebut juga berhadapan dengan investor awal dalam gugatan terpisah sebesar $ 540 juta. Penggugat dalam kasus ini menuduh exchange tersebut dan CEO Hayes menipu mereka mengenai menawarkan saham di perusahaan itu.

Sumber

The post Pengadilan AS Ajukan Gugatan Pada Exchange BitMEX appeared first on Coinvestasi.