Riset : Harga Bitcoin Segera Kembali di $10.000

Bloomberg baru-baru ini merilis sebuah penelitian mengenai gambaran positif untuk harga Bitcoin menuju tahun 2020. Cryptocurrency utama tersebut akan segera mencapai $10.000 dan bisa mengikuti jalur yang mirip dengan emas yang saat ini sedang dalam tren naik.

Beberapa minggu lagi sebelum berganti tahun, Bitcoin diprediksi akan ditutup di angka $6.500. Prospek Bitcoin menurut Bloomberg untuk tahun depan setelah menyoroti perihal adopsi, pasokan yang menurun, dan pengaruh tether di pasar. bisa menimbulkan tren positif bagi harga Bitcoin yang akan datang.

Baca juga : 3 Penyebab Harga Bitcoin Menurun Drastis

Harga Bitcoin Hanya Masalah Waktu

Angka $10.000 bagi Bitcoin selalu menjadi titik harga
kritis, mengingat ini adalah setengah harga dari harga Bitcoin tertinggi yang
pernah menyentuh sekitar $20.000. Menurut penelitian Bloomberg, level tersebut
aka segera tercapai lagi setelah menyimpulkan bahwa 2019 sebagai berikut.

“ Ini adalah bagian dari transisi menuju versi emas pasar
kripto, proses pematangan harus berlanjut meski vortalitas menurun. Bitcoin
menuju kembali ke bear market, sementara sebagian altcoin mengalami peningkatan
beta yang menjadi sisi negatifnya, “ ungkap penelitian dari Bloomberg.

Penelitian tersebut juga menuliskan harga Bitocin $6.500
merupakan dukungan yang baik, dan angka $10.000 adalah angka resistensi yang
akan tercipta di awal tahun 2020.

Penelitian ini juga melihat lebih dalam ke pasar emas yang dirasakan memiliki korelasi dengan cryptocurrency. Emas menurut laporan itu berada di atas fonasi yang baik dan naik selama dekade terakhir ini sekitar 30 persen.

Bahkan, mereka mengorelasikan kebangkitan harga emas pada kenaikan suku bunga Federal Reserve AS tahun 2015, dan Bitcoin juga mengalami peningkatan ketika ada ketidakpastian keuangan.

Pentingnya Tether untuk Bitcoin

Menariknya, mata uang stablecoin kontroversial tether
disinyalir akan memainkan peran besar bagi peningkatan Bitcoin di tahun-tahun
mendatang, menurut laporan Bloomberg. Alasannya adalah tether memiliki volume
harian tertinggi di pasar karena penggunaannya sebagai mata uang.

“Ini memiliki konsekuensi negatif bagi sebagian besar
aset crypto yang menyamar sebagai mata uang, “ tulis laporan itu.

Namun, sejauh ini Bloomberg melihat Bitcoin sebagai
satu-satunya cryptocurrency yang setara dengan emas, maka kemajuan Tether
harusnya mempromosikan dan mendukung pertumbuhan Bitcoin di masa depan bukan
sebaliknya.

Penelitian Bloomberg pada hakikatnya tidak bisa dijadikan patokan utama dalam memprediksi harga Bitcoin, karena memang tidak mungkin harga mata uang kripto tersebut ditebak arahnya. Tapi, secara umum sentimen yang bisa ditangkap untuk tahun depan cukup positif dan mengalami perbaikan di 2020.

Sumber

The post Riset : Harga Bitcoin Segera Kembali di $10.000 appeared first on Coinvestasi.